Bupati Dairi lakukan Sidak Mengecek ketersediaan Pupuk Subsidi.(foto/istimewa)Bupati Dairi lakukan Sidak Mengecek ketersediaan Pupuk Subsidi.(foto/istimewa)

tigasisi.id, DAIRI – Pupuk menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi para petani. Karena pupuk merupakan salah satu bahan pokok bagi tanaman.

Namun beberapa tahun terakhir petani kerap mengalami kesulitan untuk memperoleh pupuk.

Namun perlu kita ketahui, bahwa kesulitan pupuk itu tidak hanya terjadi di kabupaten Dairi melainkan diseluruh daerah di Indonesia.

Pemerintah kabupaten Dairi pun terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalah kelangkaan pupuk.

Permasalah pupuk secara Nasional

Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan bahwa permasalahan keterbatasan pupuk subsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Dairi tetapi juga secara nasional. Pemerintah Pusat hanya menyediakan pupuk subsidi sebesar 9 juta ton dari 24 juta ton kebutuhan secara nasional.

Kemudian, Kementerian Pertanian mengatakan keterbatasan penyediaan pupuk subsidi juga karena keterbatasan kemampuan keuangan negara. Apalagi, bahan baku pupuk sampai saat ini masih impor dari luar negeri.

Bupati Dairi Bersama Kadis Pertanian monitoring Kios Pupuk.(foto/istimewa)Bupati Dairi Bersama Kadis Pertanian monitoring Kios Pupuk.(foto/istimewa)

Sementara Pemerintah Kabupaten Dairi selam ini terus melakukan pengawasan melalui penyuluh lapangan agar pupuk bersubsidi sampai ke petani tepat sasaran dan sesuai jadwal.

Bahkan, untuk memastikan ketersediaan pupuk sampai ke petani, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Dairi.

Selain itu, juga ada KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) yang bertugas melakukan pengawasan penyaluran pupuk dan pestisida agar tepat sasaran dan tepat guna.

Penyebab Kekurangan Pupuk Subsidi

Penyebab terjadi kekurangan pupuk ke petani akibat jatah alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Dairi belum sesuai dengan yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten Dairi.

Akibatnya, belum semua kebutuhan petani terhadap pupuk bisa terpenuhi.

Selain itu, saat ini kebijakan pupuk subsidi hanya pada jenis Urea dan NPK Ponska. Tidak seperti sebelumnya yang mencakup 9 jenis pupuk.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Permentan tersebut juga mengatur tentang komoditas yang mendapat pupuk bersubsidi dari sebelumnya 70 komoditas pertanian, kini hanya 9 komoditas.

Sembilan komoditas pertanian tersebut yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, tebu, dan kopi. Komoditas tersebut dipilih lantaran merupakan komoditas pokok dan strategis yang memiliki dampak terhadap laju inflasi.

Solusi Pemkab Dairi mengatasi atasi kesulitan pupuk

Selama ini Pemerintah Kabupaten Dairi tetap berupaya terus agar petani mampu mengakses pupuk non-subsidi untuk menekan biaya produksi dan sekaligus peningkatan produktivitas.

Kebijakan yang dilakukan Pemkab Dairi adalah melalui skema KUR Kluster di mana petani mendapat subsidi bunga KUR yang sangat rendah yaitu sebesar 6% per tahun.

Melalui skema KUR Kluster, petani tidak lagi memperoleh uang tunai yang dikhawatirkan disalahgunakan tetapi mendapatkan sarana produksi yaitu bibit, pupuk, surviving cost, pendampingan atau pembinaan hingga jaminan pembelian.

Pendampingan petani yang tergabung dalam kelompok tani juga terus ditingkatkan khususnya mengenai pupuk lengkap dan berimbang.

Selain penggunaan pupuk kimia, juga dianjurkan penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah yang selama ini sudah jenuh dengan penggunàan pupuk kimia yang berlebihan.

Penggunaan pupuk organik juga dapat meningkatkan daya serap tanah terhadap air. Hal itu akan mengurangi penggunaan pupuk bersubsidi

Dengan solusi yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan kedapan petani bisa terbantu. Petani nantinya bisa fokus bekerja dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Sehingga pendapatan petani juga akan meningkat. Hal itu sesuai dengan visi misi Pemerintah di bawah Kepemimpinan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu yaitu mewujudkan Dairi unggul dan mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman.

Penulis: iwan
Editor: rud