Tanda-Tanda Anak Telah Mengalami Pelecehan Seksual, Orang Tua Harus Peka

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 54

Ada beberapa tanda "halus" bahwa anak mengalami pelecehan yang dapat Anda perhatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar satu dari tujuh anak di Amerika Serikat (AS) telah mengalami beberapa bentuk pelecehan seksual dalam satu tahun terakhir. Mereka yang paling berisiko ialah anak-anak yang lebih muda, anak-anak yang hidup dalam kemiskinan, dan anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Ada beberapa tanda "halus" bahwa anak mengalami pelecehan yang dapat Anda perhatikan. "Tanda-tanda berikut ini belum tentu merupakan indikator yang menentukan bahwa pelecehan sedang terjadi, tetapi mereka dapat memberi sinyal bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan," ujar profesor klinis di Sekolah Pekerjaan Sosial Universitas Loyola Chicago, Christie Mason, seperti dilansir laman Insider, Kamis (22/9/2022):

1. Gejala somatik kronis

Gejala somatik adalah nyeri di tubuh yang tak dapat dijelaskan oleh kondisi medis yang diketahui. Sakit kepala, sakit perut, dan nyeri tungkai semuanya dapat menjadi gejala somatik.

Gejala somatik dapat menyerang siapa saja, tetapi penelitian menunjukkan gejala tersebut sangat umum terjadi pada anak-anak yang mengalami pelecehan. "Itu mungkin karena bagaimana trauma memengaruhi sistem saraf," kata asisten profesor klinis di Sekolah Pekerjaan Sosial Universitas North Carolina Chapel Hill, Amy Levine.

2. Parentifikasi

Parentifikasi terjadi ketika seorang anak mengambil peran sebagai orang tua. "Contohnya, orang uzur yang harus sering pergi, anak dapat berperan sebagai pengasuh anak untuk adik-adiknya, membikin makanan, menandatangani surat izin sekolah," ujar Levine.

Hal ini menciptakan banyak tekanan bagi seorang anak untuk merasa bahwa mereka mungkin harus mengambil peran sebagai orang dewasa. "Dan itu dapat sangat merugikan perkembangan mereka," kata dia.

3. Pengetahuan seksual yang tak sesuai dengan usia

Salah satu tanda "halus" pelecehan seksual ialah ketika seorang anak mempunyai pengetahuan seksual yang tak sesuai dengan usia mereka. "Seorang anak di sekolah dasar awal mungkin mengetahui sesuatu seperti 'dua orang dapat bergabung seperti potongan puzzle dan membikin bayi.' Tapi mereka semestinya tak mengetahui detail spesifiknya," ujar Mason.

Jika mereka mulai berbagi hal-hal yang memperjelas bahwa mereka telah menyaksikan perilaku seksual atau mengalami perilaku seksual, itu ialah tanda bahaya besar pada usia tertentu.

4. Mengompol

Mengompol dan kemunduran lain dalam perkembangan, seperti mengisap jempol, juga dapat menunjukkan potensi pelecehan fisik atau seksual. "Kuncinya ialah memandang perubahan perilaku," ujar Mason.

Di sisi lain, kalau seorang anak yang sebelumnya dilatih menggunakan toilet tiba-tiba mulai mengalami episode mengompol, itu merupakan indikator adanya stresor di lingkungan yang memengaruhinya. "Salah satu pemicu stres tersebut ialah pelecehan seksual," ujar Mason.

5. Penurunan performa akademik secara tiba-tiba

Penyalahgunaan dikaitkan dengan kinerja akademis yang buruk. Secara khusus, anak-anak yang dilecehkan mempunyai skor melek huruf dan kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tak dilecehkan, menurut analisis meta tahun 2015.

Hal ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa anak-anak yang mengalami pelecehan lebih cenderung tak hadir di sekolah. Lagi pula, susah untuk mempelajari pelajaran ketika Anda tak hadir untuk menerimanya.

6. Menerima hadiah yang tak dapat dijelaskan

Dalam kasus pelecehan seksual, pelaku dapat memberikan uang, pakaian, atau hadiah lain kepada korban. Hadiah ini dapat mendorong seorang anak untuk menghindari pelaporan orang dewasa yang kasar, atau bahkan sebagai suap untuk mendorong kontak seksual.

"Jika anak Anda mulai pulang dengan membawa hadiah dan Anda tak tahu dari mana asalnya, itu dapat menjadi indikator bahwa seseorang mungkin melakukan kontak yang tak layak dengan anak Anda," ujar Mason.

Saksikan Video Tanda-Tanda Anak Telah Mengalami Pelecehan Seksual, Orang Tua Harus Peka Selengkapnya di bawah ini: