Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 17 kali
ilustrasi demensia (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Siapapun dapat terserang demensia atau pikun. Spesialis saraf dr. Pukovisa Prawiroharjo mengatakan pikun tak hanya menyerang lansia tetapi dapat juga yang tetap berusia muda.

"Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV," ujar staf pengajar di Departemen Neurologi FKUI-RSCM itu.

Pukovisa menuturkan orang-orang dapat menanggulangi pikun. Salah satunya dengan mengenali tanda dan gejala LALILULELO yang merupakan akronim dari Labil (sering labil emosi atau pendiriannya), Linglung, Lupa, Lemot, dan Logika menurun.

Selain itu, menanggulangi pikun juga dapat dengan menerapkan formula 4-4-2 untuk menganalogikan persyaratan otak tetap sehat. Formula ini antara lain bebas empat pengganggu otak, merupakan unsur neurotoksik dan adiktif, penyakit karidovaskular, neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak.

Kemudian empat bahan baku optimal yang dapat menjaga kesehatan otak merupakan nutrisi, istirahat yang cukup, olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai, misalnya memilih memori atau pembelajaran sesuai prioritas untuk pengembangan diri. Terakhir, dua watak mulia berupa kecerdasan dan kreativitas.

Deteksi awal demensia
Di sisi lain, dia juga menyarankan melakukan deteksi awal demensia dan tak termakan hoaks. Menurutnya, sekeliling 20-30 persen demensia mempunyai hubungan dengan genetik sehingga khususnya orang dengan riwayat keluarga demensia perlu melakukan deteksi dini.

Pukovisa menyebut unsur risiko demensia antara lain kurangnya aktivitas dan olahraga, makanan tak bernutrisi, mengonsumsi alkohol dan rokok, dan minum obat tidur yang berkepanjangan. Faktor risiko lain merupakan mempunyai masalah medis yang sudah ada sebelumnya, misalnya pernah mengalami kecelakaan, penyakit gula darah, kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

Pukovisa berpesan agar masyarakat tak menyepelekan lupa serta aktif melakukan deteksi awal keluhan lupa karena dapat ditangani oleh ahlinya. Semakin sigap terdeteksi maka akan semakin baik.

Baca juga: Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer






1 hari lalu

Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

Meningitis yang disebabkan virus dan jamur, sama bahayanya. Ketahui penyebab dan gejala serta bagaimana proses pengobatannya.


1 hari lalu

Demensia dengan Body Lewy: Penyebab, Gejala dan Perawatannya

Gejala demensia dengan Body Lewy seperti halusinasi, kebingungan, hingga rasa mengantuk yang berlebih


4 hari lalu

Kenali Gejala dan Penanganan Hidrosefalus yang Membahayakan Otak

Terdapat sejumlah gejala dari hidrosefalus, penumpukan cairan di tengkorak otak, setiap jenjang usia dapat mengalami gejala yang berbeda-beda.


6 hari lalu

Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

Diperkirakan antara 5 hingga 10 persen orang di atas usia 65 mempunyai demensia vaskular.


7 hari lalu

7 Langkah Mengurangi Risiko Demensia di Usia Muda

Demensia juga dapat dialami oleh orang yang lebih muda yang disebut Young Onset Demensia. Berikut langkah-langkah mengurangi risikonya.


7 hari lalu

Masih Muda kok Mengalami Alzheimer? Mengenal Young Onset Demensia

Young Onset Demensia menyumbang sekeliling 2 hingga 8% dari seluruh kasus demensia.


8 hari lalu

Bukan Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Terserang Demensia Alzheimer

Tak hanya lansia, orang yang tetap berusia 30 tahun pun dapat mengalami demensia Alzheimer. Apa saja unsur pemicunya?


8 hari lalu

Pesan Dokter lakukan Keluarga Pasien Demensia

Dokter mengatakan keluarga merupakan pengasuh atau caregiver yang paling ideal untuk merawat pasien demensia


8 hari lalu

Gorengan hingga Makanan sigap Saji, Inilah 5 Makanan yang Bisa Menurunkan IQ

Makanan merupakan salah satu kunci dalam peningkatan pertumbuhan otak. Namun beberapa makanan ini malah menurunkan IQ seseorang.


9 hari lalu

Penyebab Tertidur Microsleep, Apakah hanya karena Kurang Tidur Malam?

Microsleep mengacu kondisi tertidur yang sangat singkat, hitungan detik


Saksikan Video Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia Selengkapnya di bawah ini:


Atas