Satpol PP Mataram Giatkan Razia Pelajar Bolos Sekolah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 59

Sejumlah siswa menunggu dijemput usai pulang sekolah di Mataram, NTB, Jumat (10/9/2021). Pemerintah Kota Mataram melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pelajar saat pulang sekolah untuk menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi keributan, tawuran dan antisipasi penularan COVID-19. Satpol PP Mataram Giatkan Razia Pelajar Bolos Sekolah

Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi

Satpol PP mendata dan koordinasi dengan kepala sekolah masing-masing pelajar.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kembali giatkan razia terhadap pelajar yang terindikasi bolos saat jam pelajaran.

"Pelajar yang terindikasi bolos sekolah kita tertibkan karena siswa berkumpul pada titik-titik tertentu sehingga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, ketertiban, serta hal-hal negatif lain yang tak diinginkan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, pelajar yang terindikasi bolos sekolah dan ada juga yang sudah pulang sekolah, tapi tak langsung pulang melainkan mereka berkumpul di sejumlah ruang publik dengan berbagai aktivitas. "Karena itu, personil kami nyaris setiap hari membubarkan aktivitas pelajar yang terindikasi bolos sekolah atau ada yang sudah jam pulang tapi tak langsung pulang," katanya.

Dikatakan, sejumlah titik rawan yang sering menjadi letak pelajar berkumpul antara lain, taman-taman kota, objek wisata, dan di Jalan Gunung Kerinci. Untuk di taman-taman kota, kawasan Jalan Udayana, Taman Selagalas, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan menjadi letak favorit karena kawasan itu teduh dan rindang.

"Para pelajar tersebut rata-rata merupakan siswa SMA/SMK, bahkan ada juga yang tetap SMP namun jumlahnya kecil," katanya.

Irwan mengatakan, untuk saat ini, Satpol PP tetap melakukan penertiban kepada para pelajar secara humanis. Yakni, dengan membubarkan aktivitas mereka kemudian meminta siswa pulang ke rumah masing-masing.

"Tapi kami tetap mendata dan koordinasi dengan kepala sekolah masing-masing agar siswa diberikan peringatan dari pihak sekolah," katanya.

Ke depan, apabila siswa tersebut kembali ditemukan berkumpul di tempat-tempat tertentu, siswa akan dikumpulkan di Kantor Satpol PP kemudian dilakukan pemanggilan orang uzur pelajar dan siswa harus membikin surat pernyataan sebelum diizinkan pulang.

"Kalau sekarang, sifatnya kita tetap edukasi dan sosialisasi, sekaligus memberikan dampak jera dengan datang kemudian membubarkan aktivitas kumpul-kumpul saat jam pelajaran tetap berlangsung," katanya.

sumber : Antara

Saksikan Video Satpol PP Mataram Giatkan Razia Pelajar Bolos Sekolah Selengkapnya di bawah ini: