Saudi Ancam Eropa dengan Surat Utang demi Rusia, Ini Beda Pemberitaan Kiev dan Moskow

Published By Admin | Pada: Rabu 10 Jul 2024 20:28 WIB

Selamat datang kembali di situs web kami! Di web ini, kami akan memberikan update terbaru tentang Saudi Ancam Eropa dengan Surat Utang demi Rusia, Ini Beda Pemberitaan Kiev dan Moskow. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengetahui Berita-berita Terupdate Terkini! Kami akan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang Berita hari ini. Segera saksikan video ini untuk mengetahui apakah berita ini yang anda cari pada hari ini! Jangan lupa untuk subscribe, like, dan bagikan video ini agar Anda tidak ketinggalan brita setiap harinya. Terima kasih telah menonton!Saudi Ancam Eropa dengan Surat Utang demi Rusia, Ini Beda Pemberitaan Kiev dan Moskow
Saudi Ancam Eropa dengan Surat Utang demi Rusia, Ini Beda Pemberitaan Kiev dan Moskow

JAKARTAINEWS.COM, JAKARTA --  Laporan Bloomberg mengungkapkan, para pejabat Arab Saudi mengancam  negara-negara kelompok G7 secara diam-diam. Mereka mengisyaratkan, kerajaan akan menjual beberapa kepemilikan utang Eropa jika negara-negara tersebut menyita sekitar 300 miliar dolar AS aset Rusia yang dibekukan, Bloomberg melaporkan pada Selasa (9/7/2024), dengan mengutip sumber-sumbernya.

Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, para pejabat dari Kementerian Keuangan Arab Saudi menentang kebijakan sekutu-sekutu Barat yang menyita aset-aset Rusia yang dibekukan. Hal tersebut dilaporkan akan membuat penjualan utang Eropa akan dimulai. Secara khusus, Bloomberg menyebutkan, utang tersebut diterbitkan oleh Departemen Keuangan Perancis.

Lantas, bagaimana media Ukraina dan Rusia melaporkan ancaman dari Arab Saudi tersebut? Meski sama-sama bersumber dari laporan Bloomberg, laman berita dua negara yang sedang berperang itu memiliki 'nada berbeda'. Laman pemberitaan asal Ukraina,  kyievindependent.com membuat judul ‘Saudi Arabia issued vague threats to G7 against seizing frozen Russian assets’ atau 'Arab Saudi mengeluarkan ancaman yang tidak jelas kepada G7 agar tidak menyita aset-aset Rusia yang dibekukan.'

Menurut laman tersebut, ancaman diam-diam ini muncul menjelang perundingan G7 pada bulan Mei dan Juni, ketika para sekutu di Eropa tidak sepakat mengenai tindakan apa yang harus diambil dengan aset-aset yang dibekukan yang ada di negara-negara mereka - dengan beberapa negara Eropa khawatir bahwa mengumpulkan keuntungan dapat mengganggu kestabilan dan melemahkan mata uang Euro.

Bulan lalu, para pemimpin G7 akhirnya mencapai kesepakatan mengenai sebuah rencana untuk memberikan pinjaman sebesar 50 miliar dolar AS kepada Ukraina pada akhir tahun ini. Pinjaman tersebut  didukung oleh bunga yang timbul dari aset Rusia yang dibekukan senilai 300 milliar dolar AS. Dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg, Kementerian Keuangan Arab Saudi membantah telah menekan negara-negara G7, dan menambahkan bahwa "tidak ada ancaman seperti itu."

"Hubungan kami dengan G7 dan yang lainnya adalah saling menghormati dan kami terus mendiskusikan semua masalah yang mendorong pertumbuhan global dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan internasional," bunyi pernyataan itu.

Sumber-sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Bloomberg, bahwa tidak jelas apakah Riyadh diduga bertindak sebagai bentuk solidaritas terhadap Moskow, atau apakah Riyadh khawatir penyitaan aset akan menjadi preseden bagi negara-negara lain untuk melakukannya di masa depan.

Sumber-sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa meskipun penjualan obligasi Eropa dan Perancis oleh Arab Saudi kemungkinan tidak akan menyebabkan keretakan besar-besaran dalam perekonomian dunia, para pejabat Eropa khawatir negara-negara lain akan mengikuti langkah Arab Saudi.

Sikap Arab Saudi soal invasi Rusia dan pemberitaan Moskow...

 

Tag:
berita terbaru hari ini,berita hari ini,berita terkini,berita terbaru,berita kompas,berita,berita kompastv,viral hari ini,portal berita video,berita video,prabowo terbaru hari ini,republika mahasiswa,jakarta,pilpres 2024 terbaru hari ini,prabowo gibran terbaru hari ini,berita indonesia,berita viral,24tahun republika,republika,milad republika,berita hangat,berita politik,berita politik indonesia terbaru,#jakarta,tv berita,berita update, Kamis 18 Juli 2024
Berita Terkait