Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 17 kali
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan pejabat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan senjata gas air mata oleh pejabat kepolisian dalam pengendalian massa suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022, mendapat sorotan luas. Seperti diketahui lebih dari seratus orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.

Aturan FIFA sebenarnya telah melarang penggunaan senjata jenis itu dalam stadion. Sven-Eric Jordt, seorang dokter anestesi di Duke University, AS, juga pernah mengungkap perhatian yang sama dari penggunaan gas air mata, dikutip dari situs Scientific American yang terbit akhir 2018.

Jordt menerangkan, bahan aktif kimia ini jarang yang mematikan. Tapi, dampak kematian dapat didapat dalam kasus-kasus di mana gas air mata ini digunakan secara tak tepat--seperti kalengnya yang ditembakkan mengarah langsung ke tengah kerumunan dan menyebabkan luka di kepala. Atau ditembakkan ke ruangan yang terbatas di mana kerumunan orang-orang tak dapat menghindarinya.

Anak-anak, menurut Jordt, berisiko tinggi terluka karena senjata ini karena ukuran tubuh yang lebih kecil. "Mereka lebih pendek, dan konsentrasi gas air mata ini semakin dekat permukaan semakin tinggi," katanya sembari menambahkan anak-anak juga mempunyai bidang tubuh dan paru-paru yang lebih kecil, "sehingga potensi terluka lebih besar." 

Apa yang dialami para korban di Kanjuruhan dapat dipahami dari penuturan lebih jauh oleh Jordt di situs tersebut. Menurutnya, sebelum menyebabkan air mata, sesak napas dan lendir mengalir, gas air mata memberikan dampak bakar atau panas. Gas itu menyebabkan pedih di mata, kulit, paru-paru dan mulut--atau di manapun yang terkena kontak dengannya.

"Rasanya dapat berlebihan dan melumpuhkan. Anda dapat dipaksa menutup mata dan tak dapat membukanya," katanya. Baru setelahnya memicu batuk-batuk dan mual dan muntah-muntah.

Gas Air Mata Bukanlah Gas

Apa yang menyebabkan bahan-bahan kimia ini hingga dapat mempunyai dampak merusak seperti itu pada tubuh manusia? Jordt yang telah meneliti gas air mata selama lebih dari satu dasawarsa saat artikel itu diterbitkan menjelaskan bahwa gas air mata bukanlah nama yang pas untuk jenis senjata ini.

Secara teknis, dia menuturkan, yang dimaksud dengan gas air mata ini bukanlah gas, melainkan serbuk yang menyebar di udara sebagai butiran yang halus. "Saya pikir gas air mata ialah gas yang menyakitkan," katanya menambahkan. "Karena dia secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membikin kita dapat merasakan sakit."

Secara spesifik, seluruh agen kimia gas air mata mengaktivasi satu dari dua reseptor rasa sakit, TRPA1 atau TRPV1, dan dapat diklasifikasi ke dalam dua kategori besar berdasarkan reseptor mana yang dipicu. 

Kategori pertama Gas Air Mata: Lebih keras

Kategori pertama, unsur aktifnya yang memicu TRPA1, mencakup bahan kimia yang disebut gas CS atau 2-chlorobenzalmalonitrile. Penegak hukum di Amerika Serikat termasuk yang menggunakan jenis ini.  

Bahan kimia yang digunakan ialah senyawa yang mengandung klorin yang disemburkan ke dalam udara sebagai partikulat halus. Mereka, kata Jordt, menyebar dan mengendap di kulit atau pakaian dan dapat memperkuat untuk beberapa waktu. "Partikel secara kimiawi bereaksi dengan protein dan biomolekul pada tubuh orang yang dapat menyebabkan sensasi rasa terbakar yang parah," katanya.

Gas CS ialah yang paling umum dari unsur aktif gas air mata pemicu saraf TRPA1 ini. Namun, belakangan, berkembang senyawa kimia yang lebih baru daripada gas CS. "Ada versi yang lebih tinggi konsentrasinya yang disebut CS2 atau ada yang menyebutnya CX," kata Rohini Haar, dokter di organisasi Physicians for Human Rights dan peneliti di University of California, Berkeley, AS.

Dia menerangkan, gas CS2 dibuat mengandung silikon sehingga dapat memperkuat lebih lama di udara dan tak sigap terurai. Hasilnya, gas air mata yang lebih berbahaya yang efeknya di tubuh dapat lebih panjang tiba beberapa hari. 

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Ada dua agen kimia pemicu saraf TRPA1 lainnya yang biasa digunakan untuk pengendalian kerusuhan massa: gas CR (dibenzoxazepine) dan gas CN (chloroacetophenone, juga digunakan untuk menyemprot beruang). Keduanya mempunyai dampak lebih kuat daripada gas CS. 

Jordi mengungkapkan adanya laporan penggunaan kedua bahan aktif itu, bersama gas CS, dalam penanganan demo-demo Arab Spring. "Dalam periode Arab Spring dilaporkan banyak kasus kelahiran prematur dari para wanita hamil yang terpapar gas air mata. Kemungkinan karena syok dan stress dan paparan bahan kimia." 

Kategori Kedua Gas Air Mata: Larutan Cabai

Kategori kedua dari agen gas air mata ialah semprotan cabe dan mengaktivasi reseptor rasa sakit TRPV1. Yang ini kebanyakan diturunkan dari capsaicin, senyawa yang membikin cabai pedas. Ada dua senyawa yang biasa digunakan dalam kategori ini: gas OC (larutan pekat dari capsaicin alami) dan PAVA, campuran capsaicin sintetis, juga digunakan petugas hukum di AS.

"Gas air mata kategori ini mempunyai reaksi kimia atau alergi lebih sedikit," kata Haar. Dia menambahkan, "Tapi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata kalau menembakkannya langsung ke arah mata."  

Efek jangka panjang dari paparan jenis-jenis gas air mata itu belum diketahui secara jelas.

Baca juga:
Dosen Ilmu Kesehatan Ini Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Jelaskan Cara Hilangkan Efeknya


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan warta pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






3 menit lalu

Anies Baswedan: Perlu Tinjau Ulang Fasilitas Stadion, Keselamatan Nomor 1

Anies Baswedan menyatakan fasilitas di berbagai stadion sepak bola perlu ditinjau ulang untuk memastikan keamanan penonton terjamin.


53 menit lalu

Kontroversi di Balik Tragedi Kanjuruhan

Lebih dari 120 orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Apa saja kontroversi-nya?


1 jam lalu

Mas Dhito Sampaikan Duka untuk Tragedi Kanjuruhan

Mas Dhito berharap seluruh pihak mau koreksi diri dan melakukan pembenahan.


1 jam lalu

Kisah Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Kenapa Kami Ditembak Gas Air Mata?

Seorang penonton selamat dari tragedi Kanjuruhan mengisahkan detik-detik kerusuhan yang terjadi dan mengakibatkan 125 orang tewas.


2 jam lalu

Relawan Anies Usulkan Tim Pencari Fakta Independen Usut Tragedi Kanjuruhan

Relawan Anies Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) meminta pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap penyebab tragedi Kanjuruhan


2 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, KPAI Desak Pemerintah Tanggung Jawab Terhadap Anak yang Jadi Yatim Piatu

KPAI mendesak agar pemerintah bertanggung jawab terhadap anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur pada Sabtu lalu.


2 jam lalu

Anies Baswedan Sampaikan Rasa Belasungkawa Atas Tragedi Kanjuruhan

Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter sepak bola.


3 jam lalu

Pagi Ini, Mahfud MD Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Materi rakor soal tragedi Kanjuruhan adalah perbaikan bumi persepakbolaan dan meneliti kalau ada tindakan hukum, dan dugaan pelanggaran hukum


3 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Ibas Minta SOP Pengamanan Sepak Bola Diperbaiki

Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menyarankan agar prosedur operasi standar pengamanan pertandingan sepak bola diperbaiki, pasca tragedi Kanjuruhan


4 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Ridwan Kamil Minta Ada Evaluasi Total

Gubernur Jawa Barat menyatakan duka cita atas tragedi Kanjuruhan Malang setelah laga Arema musuh Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 yang merengut ratusan nyawa


Saksikan Video Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya di bawah ini:


Atas