Publik Desak Aparat Ringkus 2 Aremania di Tragedi Kanjuruhan BRI Liga 1, Diduga Provokator dan Diburu Online

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 78 kali

PIKIRAN RAKYAT – Publik mendesak provokator kerusuhan usai laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur segera diringkus polisi.

Peristiwa berdarah yang menyebabkan hilangnya nyawa 187 orang itu menjadi info memilukan dari persepakbolaan di tanah air.

Kendati pejabat dan penyelenggara dijadikan samsak untuk disalahkan atas kejadian tersebut, tak sedikit masyarakat yang mengecam para provokator dari kalangan suporter.

Buntutnya, publik ramai-ramai mendesak agar pihak berwajib segera menangkap dua orang pertama yang nekat turun ke lapangan setelah laga selesai.

 Baca Juga: Jokowi Minta PSSI Hentikan Sementara BRI Liga 1 Pascatragedi Kanjuruhan

“Mereka ialah 1 dan 2 orang suporter pertama yang masuk ke lepangan dan menjadi provokator suporter lain nya untuk masuk ke lapangan dan terjadi kerusuhan. Kalo mereka berdua tetap hidup ... pliiiss netizen ungkap siapa b*natang b*natang itu!!” ucap warganet Twitter.

“Kumpulkan foto terdekat dri b*natang itu gaess. Biar kita cari orang nya,” ucap akun itu lagi, @pisan*******721, dilihat Pikiran-Rakyat.com pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Menjawab cuitan tersebut, warganet Twitter berbondonbg-bondong mencari potret terdekat dari pelaku provokator yang dimaksud.

Tak berapa lama setelah isu bertengger di trending Twitter Indonesia, muncul foto yang menunjukkan seorang Aremania tengah ditendang oleh personil TNI.

 Baca Juga: Buntut Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan, Ridwan Kamil Beri Sentilan: Jangan Selalu Kejar Rating TV

Aremania tersebut dinilai menggunakan kaus yang sama dengan yang dipakai sang provokator.

Kontan timbul pro kontra. Ada yang menganggap pejabat berlebihan dan beraksi sewenang-wenang menyakiti suporter.

Sedangkan yang lainnya mengamini sikap tersebut, bahkan mendesak agar orang di foto segera diamankan dan dijatuhi hukuman secara hukum atas provokasinya.

“M*M*US! Harusnya ga usah pake gas airmata, tendangin dan pentungin supporter bahlul Ini aja dah cukup,” ujar @Blac*****er_28.

 Baca Juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming MotoGP Thailand 2022, Simak Balapan Seru di Sirkuit Buriram Thailand

“Sumpah orang Indo pada gak punya common sense kali ya, yang ngerusuh suporter yang disalahin aparat. Emang pejabat juga salah pakai tear gas, tapi hal itu sebenarnya dapat dicegah kalau suporter gak rusuh,” timpal lainnya, @adashi******nji.

Berakhir dengan skor 2-3, di mana Persebaya unggul atas Arema FC, laga ini berbuntut panjang hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut buka suara.

Jokowi diantaranya meminta agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan kompetisi BRI Liga 1.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini, dan saya berharap ini ialah tragedi sepak bola di Tanah Air, jangan tiba ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Bogor, Minggu, 2 Oktober 2022.

Selain itu Jokowi meminta agar dilakukan penyelidikan dan pengusutan tuntas serta mendalam terhadap kasus ini. ***

Saksikan Video Publik Desak Aparat Ringkus 2 Aremania di Tragedi Kanjuruhan BRI Liga 1, Diduga Provokator dan Diburu Online Selengkapnya di bawah ini:


Atas