Menpora Kecam Tindakan Anarkis Aremania: Ini Olahraga, Hari Ini Menang Besok Bisa Kalah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 63 kali

PIKIRAN RAKYAT – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengecam tindakan anarki Aremania, yang berimbas pada tewasnya 187 jiwa usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Tentu saya sangat prihatin atas kejadian ini, apalagi penyebabnya karena tak terima tim sepak bola kesayangannya kalah. Tidak boleh seperti itu. Ini olahraga, ini pertandingan yang hari ini dapat menang, besok juga dapat kalah,” ujar dia.

“Seharusnya ini tak boleh terjadi lagi,” ucap Zainudin Amali kembali, pada wartawan, di Bandung, Minggu, 2 Oktober 2022.

Seperti diketahui, kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 itu, kata Polda Jawa Timur (Jatim), diawali oleh oknum Aremania yang nekat turun ke lapangan.

 Baca Juga: Bukan Gas Air Mata, Dokter Ungkap Dugaan Penyebab Banyaknya Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Selain peringatan untuk para suporter, dia juga menyampaikan duka cita mendalam bagi setiap korban meninggal beserta keluarga yang ditinggalkan dalam tragedi berdarah Kanjuruhan ini.

"Saya sekali lagi sangat prihatin dan menyesalkan kejadian itu, apalagi tiba korbannya banyak. Saya berharap ini menjadi pelajaran betul-betul bagi kita, bukan hanya di Kanjuruhan tetapi di berbagai tempat," ujar Zainudin menegaskan.

Menurut dia, kekecewaan terbesar baginya ialah karena kerusuhan ini terjadi setelah Kemenpora mengizinkan hadirnya penonton di stadion. Dia merasa kebijakan itu malah dibalas buruk.

Untuk mencegah kejadian pilu ini berulang, Menpora lantas meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait hal ihwal tragedi tersebut.

 Baca Juga: Terungkap! Rizky Billar Maki dan Ancam Pecat Karyawan yang Hendak Bantu Lesti: Kalian Jangan Ikut Campur!

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan berkomunikasi intens dengan PT LIB dan PSSI soal teknis dan kelanjutan kompetisi liga musim ini.

"Saya komunikasi dengan PT LIB, apa langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan, apakah diteruskan tanpa penonton, hal-hal yang lain yang menjadi pertimbangan PSSI dan PT LIB, karena itu kan menjadi area mereka," kata Zainudin.

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu diketahui melangkah lancar di awal pertandingan. Setidaknya situasi kondusif hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Namun, sejumlah suporter Arema FC, Aremania merasa kecewa dengan kekalahan klubnya yang diakhiri skor 2-3.

 Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Akibat Tragedi Kanjuruhan Terus Meningkat, Terungkap Kesaksian Penonton yang Selamat

Mereka kemudian meluapkan kekecewaan itu dengan merangsek masuk, turun untuk menginvasi lapangan hingga mengejar para pemeran dan kru inti klub Arema FC.

Dimulai dari satu dua oknum, jumlah suporter yang turun ke lapangan semakin banyak hingga mencapai ribuan dan susah dikendalikan.

Petugas pengamanan yang terdiri dari personil TNI-Polri melakukan berbagai upaya memukul mundur Aremania sembari mengamankan pemain.

Namun, upaya-upaya yang kian gagal akhirnya menimbulkan kegegabahan pejabat hingga harus membangkang pada aturan FIFA, untuk tak meloloskan gas air mata. ***

Saksikan Video Menpora Kecam Tindakan Anarkis Aremania: Ini Olahraga, Hari Ini Menang Besok Bisa Kalah Selengkapnya di bawah ini:


Atas