Brando: Importir danamp; Industri Kompor Listrik Jangan Resahkan Rakyat yang Masih Nyaman Gunakan Elpiji

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 19

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Belakangan ini ramai situasi masyarakat terkait program bagi-bagi kompor listrik gratis dengan perangkatnya dalam rangka alih subsidi dari elpiji ke “subsidi” listrik, karena dianggap lebih murah. 

Banyak analisis juga beredar perhitungan bahwa Kompor Listrik menjadi solusi irit daya terhadap beban subsidi elpiji yang semakin Besar. 

"Perhitungan harus benar-banar dilihat dari nilai hari ini dan kedepan, apakah Listrik kita akan selalu murah dan stabil? Jangan-jangan timbul masalah baru di masyarakat nantinya," ujar pelaku upaya distribusi elpiji Pertamina Brando Susanto kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Brando yang juga pemerhati dinamisasi subsidi daya untuk masyarakat, merasa aneh kalau pemerintah terburu-buru mendorong bagi-bagi kompor listrik gratis. 

Brando mengatakan, listrik dan elpiji sama-sama produk daya tak terbarukan dan harganya ditentukan oleh currency luar dan market Internasional.

Baca juga: Masyarakat Perlu Tahu, Masa Pakai Kompor Gas yang Ideal Yakni 5 Tahun

Maka dalam jangka waktu menengah, solusi Kompor Listrik akan menimbulkan masalah baru juga dan malah merepotkan masyarakat kembali yang tak mudah. 

"Kebanyakan Listrik kita dihasilkan berbasis Diesel dan Batubara. Jadi dapat dibayangkan suatu saat juga akan problem dengan harga beban subsidi," ucap Brando.

Selanjutnya, kata Brando, orang Indonesia kebanyakan memasak dengan berbagai bumbu agar sehat dan sedap.

Kalau dengan Kompor Listrik rasanya bukan tak bisa, tapi akan menyantap waktu lebih lama dan rasa ada perbedaan dengan kompor api.

Baca juga: Pemkot Berkasi Dorong Transisi Energi di Lingkungan Rumah Tangga Melalui Kompor Listrik 

"Jadi masakan daerah di masyarakat akan kehilangan Cita Rasa Nusantara nya dengan Kompor Listrik. Jangan hanya ditest komparasi untuk memasak panad saja dengan Kompor Listrik," katanya.

Menurut Brando, bagi-bagi kompor Listrik Gratis dengan perangkatnya jangan malah jadi haraoan imitasi di masyarakat yang sedang susah karena recovery setelah pandemi.

Nantinya malah bagi-bagi gratis lampau karena listriknya tak kuat dirumah dan dorongan ekonomi malah jadi ajang jual beli.

Brando menegaskan, akan lebih arif dan bijaksana kalau pemerintah mengatur lebih optimal pada Distribusi Elpiji lewat Pertamina.

Sehingga tak mengorbankan masyarakat dengan proyek uji coba kompor listrik apalagi membagikan secara gratis.

"Gembar-gombor bagi Kompor Listrik Gratis hendaknya jangan jadi ajang kampanye di masyarakat. Nanti perangkatnya diterima, tapi tak dipakai sebagai mana mestinya. Seperti banyak terjadi saat konversi Kompor Minyak Tanah ke Kompor Elpiji, karena terkesan mendadak dan menggemborkan bagi-bagi gratisnya daripada edukasi manfaatnya pada masyarakat," kata Brando.

Saksikan Video Brando: Importir danamp; Industri Kompor Listrik Jangan Resahkan Rakyat yang Masih Nyaman Gunakan Elpiji Selengkapnya di bawah ini: